Categories
Uncategorized

Tahun Depan Pemerintah Melarang Penggunaan Antibiotik

Salah satu cara untuk menekan pertumbuhan mikroba patogen dalam usus, menurut Budi Tangendjaja, dengan memanfaatkan probiotik. “Probiotik adalah mikroba hidup yang diberikan langsung kepada ternak yang mempengaruhi keseimbangan mikroba dalam usus. Kebanyakan probiotik mengandung bakteri asam laktat dari spesies Bacillus, Lactobacillus, Bifidobac terium, dan Streptococcus,” papar lu lusan Universitas New South Wales, Sydney, Australia, ini. Bakteri probiotik yang dicampurkan dalam pakan tersebut, lanjut Budi, bekerja dengan cara competitive exclusion, bersaing dalam menempelkan diri pada permukaan usus unggas.

Karena bakteri probiotik dimasukkan dalam jumlah banyak misal 1010, maka bakteri yang tidak diinginkan kalah bersaing sehingga lepas dari permukaan usus, lalu keluar bersama feses. Bakteri-bakteri negatif tersebut antara lain C. perfringens, Salmonella, E. coli, dan Campylobacter yang bila tak terkendali bisa menyebabkan penyakit. Termasuk yang juga tidak diinginkan adalah protozoa Eimeria, si penyebab koksidiosis. Dengan mengamankan saluran cerna dari mikroba yang tidak diinginkan, ki nerja usus menjadi maksimal dalam menyerap nutrisi. Pertumbuhan unggas bisa mencapai target. Jadi, probiotik ini berfungsi juga sebagai pemacu pertumbuhan. Pemakaian probiotik tentu saja harus dibarengi langkah-langkah biosekuriti dan manajemen ternak yang baik.

Baymix®Grobig®BS

Dengan dilarangnya AGP tahun de pan, probiotik menjadi salah satu pilihan efektif pengganti AGP bagi industri pakan dan peternakan pembibitan. Na mun, tentu saja bukan sembarang probiotik. Menurut Chandrakant Ghotekar, “Dalam memilih probiotik harus menjawab pertanyaan-pertanyaan: dapatkah bakteri probiotik itu bertahan dalam saluran cerna dan sekresi empedu; dapat kah bakteri itu bersaing dengan patogen yang ganas; apakah mampu bertahan hidup akibat pemanasan dalam proses pembuatan pellet; dan apakah terbukti efikasinya secara ilmiah.” Chandra, begitu ia disapa, menyatakan, “Bayer Animal Health memiliki produk baru, Baymix® Grobig® BS, yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan ‘ya’.” Lebih jauh pria yang berkantor di Maharashtra, India, ini menjelaskan, Grobig® BS mengandung Bacillus subtilisstrain QST 713 hasil penelitian Bayer sendiri yang telah dipatenkan.

Jadi, kinerjanya tidak akan sama dengan Bacillus generik. “Grobig® BS ini stabil terhadap pemanas an dalam proses pembuatan pakan, berisi B. subtillis strain QST 713 dari Bayer Meksiko dengan minimum konsentrasi 1 x 1010CFU/g, direkayasa untuk efikasi tinggi dengan enam macam metabolit antimikrobanya dan kemampuan competitive exclusion yang kuat untuk mengusir Salmonella, Campylo bacter, dan Clostridium sehingga kesehatan saluran cerna terjaga. Produk ini efektif mencegah NE. Dosis pencampurannya dalam pakan 100 g/ton,” papar doktor lulusan Universitas Mumbai, India, ini. Tri Handayaning Tyas, Head of Sales & Marketing Animal Health PT Bayer Indonesia menambahkan, produk Bayer ini termasuk 10 produk yang secara bertahap meluncur ke pasar Indonesia. “Gro big® BS menyasar target industri pakan dan pembibitan dulu. Setelah itu baru ke integrasi broiler,” jelas Tri sembari menambahkan, pemasaran produk ini melalui PT SHS International. Ia yakin, dengan selling point seperti dipaparkan Chandra, produk Bayer yang berkelas premium ini akan mendapat sambutan positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *