Categories
news

Spanyol Batalkan Penjualan 400 Bom ke Saudi

MADRID — Spanyol membatalkan penjualan 400 bom ke Arab Saudi. Spanyol khawatir senjata-senjata itu akan digunakan pasukan koalisi yang dipimpin Riyadh untuk terus memerangi kelompok Houthi di Yaman. Kesepakatan jual-beli bom tersebut dan senjata lainnya awalnya ditandatangani pada 2015 di bawah pemerintah konservatif Spanyol. Namun, menurut laporan radio Cadena SER, pemerintah Spanyol saat ini yang berhaluan kiritengah berencana mengembalikan dana sebesar 9,2 juta euro atau US$ 10,6 juta (sekitar Rp 156 miliar) yang sudah dibayarkan oleh Saudi. PressTV melaporkan, kesepakatan ihwal senjata tersebut telah dinegosiasikan dan diselesaikan oleh mantan Menteri Pertahanan Spanyol, Pedro Morenés Eulate dan Maria Dolores de Cospedal. Juru bicara Kementerian Pertahanan membenarkan laporan tersebut, namun menolak menjelaskan lebih detail.

Juru bicara itu hanya menyebutkan, pengumuman pembatalan itu menyusul serangan udara pasukan koalisi Saudi ke Yaman yang menewaskan puluhan warga sipil, termasuk 40 anak-anak, pada Agustus lalu. Arab Saudi dan sekutu-sekutunya melancarkan perang di Yaman pada Maret 2015 untuk mengubah pemerintahnya yang sebelumnya bersekutu dengan Riyadh. Serangan militer telah menewaskan lebih dari 14 ribu orang Yaman dan membuat jutaan orang di ambang kelaparan. Ini juga menyebabkan wabah mematikan kolera. Pegiat hak asasi manusia mengkritik serangan udara pasukan koalisi dan serangan lainnya di Yaman karena membunuh warga sipil, termasuk anak-anak. Keputusan Menteri Pertahanan Spanyol untuk menghentikan kesepakatan jual-beli senjata dengan Riyadh membuka pintu kemungkinan bahwa Spanyol akan bergabung dengan negara-negara seperti Swedia, Kanada, Finlandia, Norwegia, Belgia, dan Jerman, yang telah menangguhkan ekspor senjata mereka ke pasukan koalisi yang dipimpin Saudi. Belum ada komentar dari Saudi dan sekutunya perihal pembatalan jual-beli bom tersebut. Kedutaan Besar Saudi di Madrid tidak segera menanggapi pertanyaan yang dikirim lewat surat elektronik